Tampak Monas di Masjid Istiqlal

Masjid adalah tempat beribadah untuk umat beragama Islam. Salah satu Masjid yang sungguh besar dan takjub saat kita berkunjung ke Jakarta adalah berkunjunglah  ke Masjid Istiqlal yang keberadaannya ada di tengah kota Jakarta Pusat.  Menariknya dari Masjid ini apabila kita naik ke lantai dua, kita akan melihat Monas dari kejauhan.

Monas 1

Menurut situs website Istiqlal, Masjid ini dibangun sebagai perwujudan rasa syukur atas Kemerdekaan Indonesia.  Masjid ini mempunyai beberapa keunikan tersendiri yaitu :

1. Arsiteknya Nonmuslim.

2.  Istiqlal Maknanya Merdeka

3. Dibangun Bertepatan Maulid Nabi

4. Kubah Utama Berukuran Besar

5. Hanya Memiliki Satu Menara

6. Tujuh Pintunya Bernama Asmaul Husna

7. Beduk Raksasa

Selain sebagai tempat beribadah kita bisa berwisata religi ke masjid ini. Sebagai ungkapan rasa syukur dan kewajiban kita sebagai umat Islam untuk sholat 5 waktu.

Penjual Unik-Unik 

Ada penjual yang jarang ditemukan di Masjid Istiqlal ini, apa itu ? Ada penjual souvenir khusus miniatur Monas, baju anak-anak bertuliskan Monas, khas Jakarta. Peci, jam tangan, baju koko, akik atau cincin dan masih banyak sekali.  Makanannya pun juga khas Jakarta ada Tahu Tauge, ada Soto Khas Betawi, Pecel, sehingga kita tidak perlu bingung apabila kelaparan semua sudah ada di pelataran Masjid ini.

kaos jakarta

miniatur monas.jpg

Bahagia apabila selain sebagai tempat beribadah umat Islam tetapi didalamnya juga simbol makna keberagaman.  Waktu masuk menginjakkan kaki ke Masjid ini banyak wisatawan asing yang berkunjung untuk sekedar berfoto-foto dan mengamati Masjid ini. Bingung mau kemana, singgahlah sebentar ke Masjid Istiqlal, sejuk, adem, dan betah lama-lama duduk di dalam masjid ini.

Selain itu juga ada toko pernak-pernik perlengkapan ibadah ada buku Islami, Al Qur’an, tasbih, mukena, jilbab, dan masih banyak lagi.

Tips selama di Masjid Istiqlal adalah :

  1. Jangan lupa bawa tas kresek untuk membawa sandal atau sepatu kita, tapi bila tidak bawa disana banyak penjual yang menjual tas kresek ini.
  2. Membawa uang saku, karena banyak sekali pedagang yang menjual barang-barang khas souvenir dan kuliner Jakarta.
  3. Jagalah Kebersihan, saat itu penulis memperhatikan selain sebagai tempat ibadah banyak keluarga yang sengaja membawa putra-putri mereka berkunjung kesini untuk berwisata religi.  Orangtua membawa bekal dari rumah kemudian dilantai 2 dibuka untuk makan siang bersama anak-anak mereka.  Selain mengajarkan mereka beribadah. Mengajarkan anak-anak untuk membuang sampah ke tempatnya setelah makan disana.
  4. Uang untuk bersedekah, baik penitipan barang, kamar mandi.
  5. Sopan.
  6. Membawa tisu saat nanti akan ke kamar mandi.
  7. Persiapkan kamera atau kamera HP sehingga bisa mengambil momentum terbaik.
  8.  Jangan tidur saat Adzan dikumandangkan, nanti ada satpam yang akan mengingatkan, langsung beranjak sholat.

peci jakarta.jpg

Referensi :

Be Novelist

Sesi berbagi Be a Novelist, dengan nara sumber Anggun Prameswari, novelnya After Rain, Morra Quotra, novelnya Notasi, dan Widyawati dari Penerbit Gagas Media. Mengikuti kelas ini dimulai dengan pembicara Anggun Prameswari menjelaskan tentang judul novelnya Perfect Pain, “kenapa mengambil judul ini’? karena ada sesuatu yang sempurna tentang rasa sakit, tentang cinta. Kemudian menjelaskan tentang ide, ide itu sesuatu yang tiba-tiba muncul, bisa dibuat sendiri arti ide itu. Ide itu mudah karena ide itu ada dimana-mana, murah, kadang klise, ada dalam keseharian kita, ide itu bisa hadir karena pengalaman sendiri, curhatan teman, ada didalam isi kulkas bahkan (3 biji jeruk), dan perasaaan gelisah. Jadi sebelum menuliskan sebuah novel kita harus memikirkan apa idenya, nah idenya itu sangat mudah dan ada disekitar kita.

Dicontohkan oleh Anggun bahwa foto cincin bisa menceritakan tentang pasangan yang berbahagia, ada bangunan kuno bisa bercerita tentang kenapa bangunan itu kuno?, kenapa ada 3 buah jeruk di kulkas Anggun menjelaskan bisa menerjemahkan tentang seorang perempuaan yang belum menikah, jeruk itu tetap disana, usang, tidak dibuang dan tidak dimakan, tetapi itu tetap jeruk. Sedangkan peserta menganalisa tentang jeruk itu tentang 3 teman yang bersahabat yang kuat. Kemudian tentang foto seorang perempuan eksotik, Anggun bisa menerjemahkan bahwa hal itu mengkisahkan tentang foto seorang istri yang sudah meninggal dan suaminya tidak bisa menghapus bayangan istrinya itu yang menimbulkan kecemburuan pada diri anaknya karena ayahnya tiap hari melihat foto itu. Jadi silahkan menulis karena ide ada disekitar kita.
Kemudian dilanjutkan dengan pembicara yang ke-2 Mourra Quatro, dalam membuat Novel yang diperlukan adalah metode penciptaaan ide dan pengembangannnya. Kita harus jatuh cinta dengan tokoh yang kita buat sehingga memudahkan kita menuliskan dalam sebuah novel. Ambil nama dalam tokoh itu yang sederhana tapi meninggalkan bekas misal William Hakim, Jupiter Europa. Karakter tokoh itu juga harus dikeluarkan dalam cerita itu, misal William Hakim, karena dia seorang Hakim, atau Jupiter Europa seseorang yang suka dengan luar angkasa dan ganteng seperti orang Eropa, atau Nino yang tidak suka di foto. Nanti dalam kita menulis Novel karakter itu harus keluar atau ciri mereka harus di tuliskan bisa secara langsung atau dalam cerita itu di keluarkan. Why dan How ? kenapa ada tokoh tersebut dan bagaimana alur cerita tersebut, What ?: apa peran tokoh tersebut, When ? : kapan plot itu diceritakan jaman modern ini atau jaman perang. Kalau bisa kita mempunyai tokoh hidup, dan jatuh cinta dengan tokoh itu sehingga mudah membangun penulisan novel tersebut. Apabila ada tokoh yang terlalu banyak buang saja. Kemudian kita harus runut kapan pembukaan, kapan terjadi konflik, dan kapan terjadi ending, perhalamannya harus dibatasi. Kalau kita jatuh cinta dengan tokohnya dan ada atau kiasan belum tentu pacar, bisa teman, sahabat kita akan mudah membuat novel tersebut.

Dilanjutkan pembicara berikutnya :
“Jangan membuat tulisan yang biasa diawal paragraf misal kring…….gubrak…..pada jaman dahulu, hal ini hal biasa tapi buatlah kalimat pertama yang menggiring pembaca untuk tertarik dengan novel tersebut” kata mb Iwid dari penerbit Gagas Media, pembicara ke-3.

Peserta dipaksa dalam 1 menit menuliskan 1 kalimat dalam kertas dan kemudian kita membacakan kalimat itu. Akhirnya semua peserta bisa menuliskan tugas dari mbak Iwid tersebut. Hal ini menjelaskan bahwa kita semua bisa menjadi penulis Novel. Tinggal menulis dan menulislah, yang diperlukan hanya sediakan waktu dan menulislah. Akhirnya novel-novel terbit yang dituliskan oleh anak muda ada Novel Kambing Jantan, Jomblo dll. Pointnya kenapa engkau menulis? tanyakan apa motivasimu? hanya ingin terkenal? kalau tidak terkenal apakah tetap menulis? menulislah dengan hati. Setelah kita selesai menulis adakah self editing, dengan EYD yang baik, di peram lagi (di edit) lagi dimana tulisan yang sangat janggal, buatlah rencana plot yang baik bila masih janggal di edit lagi, revisi ceritamu itu jangan ragu-ragu. Intinya tetaplah menulis dan Gagas Media hanya menerima tulisan cerita Romantis, kalau diluar itu langsung dikembalikan ke penulis, jadi sabar ya.
Dalam sesi pertanyaan, yang menarik adalah, Muora Quotra menuliskan novel dalam kurun waktu dua tahun, begitu juga dengan Anggun Prawesmari, menulis itu mengungkapkan sesuatu yang hadir dalam jiwa, ide itu bisa dari mana saja, kalau bisa jatuh cintalah dengan tokoh tersebut, lokasi di Luar Negeri bukan yang utama, tapi mungkin judul yang bahasa inggris agak menjual. Ke-3 nara sumber menekankan intinya menjadi penulis harus menerima feedback apabila ada yang kurang dan diperbaiki. Menurut Anggun judulnya itu terakhir karena saya bisa mengedit 10 judul lebih untuk 1 buku, jadi menulislah lebih dahulu. Menurut penerbit mbak Iwid, tulisan yang sesuai EYD, kita belajar bahasa Indonesia lagi misal para ibu atau para ibu-ibu pilih salah satu. Pointnya tetaplah praktek dan menulislah, Keep your dream, writing. Menulislah.

6 Desember 2015, 13.00-15.00 wib, Syntesis Tower Lantai 8, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan.